Kelompok marjinal sering menjadi sasaran empuk operasi yustisi. Misalnya, komunitas Punk dan pemusik jalanan di Yogyakarta atau Bandung sering ditangkap karena "mengganggu ketertiban umum" hanya karena penampilan mereka (tindik, tato, mohawk). Padahal, musik jalanan bagi mereka adalah bentuk ekspresi budaya dan katarsis atas tekanan ekonomi.

: As of late 2025, there has been significant public unrest regarding government perks and legislative changes. Groups like Freedom House note concerns over "democratic backsliding," particularly regarding freedom of speech and the use of defamation laws.

Navigating Cultural Differences: The Experiences of Foreigners in Indonesia